Kamis, 23 Mei 2013

RITUAL HAJI









Arafah

Kota di sebelah timur Makkah ini juga dikenal sebagai tempat pusatnya haji, yiatu tempat wukuf dilaksanakan, yakni pada tanggal 9 Zulhijah tiap tahunnya. Daerah berbentuk padang luas ini adalah tempat berkumpulnya sekitar dua juta jamaah haji dari seluruh dunia. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.




Muzdalifah

Tempat di dekat Mina dan Arafah, dikenal sebagai tempat jamaah haji melakukan Mabit(Bermalam) dan mengumpulkan bebatuan untuk melaksanakan ibadah jumrah di Mina.





Mina

Tempat berdirinya tugu jumrah, yaitu tempat pelaksanaan kegiatan melontarkan batu ke tugu jumrah sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Dimasing-maising tempat itu berdiri tugu yang digunakan untuk pelaksanaan: Jumrah AqabahJumrah Ula, danJumrah Wustha. Di tempat ini jamaah juga diwajibkan untuk menginap satu malam.

Berkas:Hajj1.gif





Madinah

Adalah kota suci kedua umat Islam. Di tempat inilah panutan umat Islam, Nabi Muhammad SAWdimakamkan di Masjid Nabawi. Tempat ini sebenarnya tidak masuk ke dalam ritual ibadah haji, namun jamaah haji dari seluruh dunia biasanya menyempatkan diri berkunjung ke kota yang letaknya kurang lebih 330 km (450 km melalui transportasi darat) utara Makkah ini untuk berziarah dan melaksanakan salat di masjidnya Nabi. Lihat foto-foto keadaan dan kegiatan dalam masjid ini.


 Mesjid Nabawi Nan Eksotis (1)

Bagian kedua dari "pandangan mata" saya saat mengunjungi mesjid Rasulullah di kota Madinah. Semoga bisa memberi semangat bagi siapapun untuk mengunjunginya. Saya bagi dalam 2 tulisan, lihat bagian kedua.


Salah satu waktu paling eksotis berada di mesjid ini adalah saat lepas sholat subuh. Saat matahari menjelang muncul di cakrawala, ketika ribuan jamaah bersantai di sekitar mesjid menikmati teh susu panas dan sepotong roti kebab. Gambar diatas ini diambil dari depan jam besar tepat didepan pintu utama mesjid, saat mentari mulai muncul dari timur (bagian kiri mesjid). Kiblat menghadap ke selatan, arah ke kota Mekkah. Di latar depan adalah mobil polisi Madinah yang parkir siap siaga setiap saat.



Close-up dari gambar pertama, ini adalah deretan pintu utama mesjid Nabawi, lokasi dimana jamaah akan menyemut masuk saat menjelang sholat wajib.


Zoom-in dari pintu-pintu utama mesjid, pintu berlapis logam mirip emas ini (atau emas asli ya?) disebut pintu Raja Fahd. Pengerjaan detil pintu ini sangat halus dan indah sekali, klik di foto untuk melihat gambar dalam ukuran lebih besar.


Keramaian di halaman pintu utama bagian timur yang langsung berhadapan dengan makam Baqi. Gambar diambil saat lepas sholat ashar, menunggu saat maghrib tiba. Saya ambil gambar ini dari lantai 2 pelataran depan makam Baqi. Kubah besar berwarna hijau dibagian belakang adalah lokasi makam Rasulullah dan 2 sahabat. Dua menara sejajar paling kiri adalah letak jajaran shaf sholat terdepan dimana imam berada.


Keramaian selepas sholat zuhur diambil dari pelataran mesjid bagian barat. Ini adalah jalur masuk mesjid dari hotel tempat rombongan kami menginap.


Lantai 2 mesjid yang saat saya disana belum dipakai. Terlihat 2 menara yang berada persis diatas pintu utama Raja Fahd.


Salah satu sudut mesjid di lantai 2 yang menggunakan atap flip, membuka saat teduh, dan menutup saat matahari bersinar terik.


Lima kubah berjejer paling depan di lantai 2, tepat diatas pintu masuk utama. Bagian atas mesjid Nabawi ini memiliki luas sama dengan mesjid dibawahnya minus kubah-kubah besar yang tidak bisa dipakai sholat. Sebagian area di lantai atas ini dipakai sebagai perpustakaan yang dibuka siang hari saja.


Suasana malam hari selepas sholat isya' di halaman mesjid bagian selatan. Sebagian payung elektronik raksasa sudah terpasang dan dalam keadaan terbuka, sungguh indah. Ribuan manusia berkumpul di area ini seakan tak ingin pulang menikmati indahnya suasana mesjid yang tersiram ribuan watt sinar lampu yang terang benderang.


Foto ini adalah saat ribuan jamaah berdesak-desakan keluar dari pintu (saya lupa namanya) dimana makam Rasulullah dan kedua sahabat berada. Ini adalah saat selesai sholat isya. Jalur keluar pintu tersebut dibuat satu arah. Jadi bila ingin masuk dan melewati makam Rasulullah, kita harus masuk dari pintu barat dan keluar di pintu timur ini. Saat ramai seperti ini, sangat sulit untuk berlama-lama didepam makam.

 Mesjid Nabawi Nan Eksotis (2)

Bagian kedua dari cerita foto Mesjid Nabawi di Madinah. Lihat bagian pertamadari tulisan ini.


Foto yang berhasil saya ambil diam-diam saat sholat subuh di shaf terdepan mesjid Nabawi. Mihrab dengan microphone itu adalah tempat berdirinya imam. Kita harus masuk berjam-jam sebelum mulainya sholat agar dapat tempat "VIP" seperti ini. Perhatikan bahwa ada banyak sekali jamaah Indonesia yang berada di shaf terdepan ini, ditandai dengan kopiah hitam. Persis dibelakang saya duduk, ada area yang disebut Raudah. Area super padat yang disebut sebagai "potongan kecil surga" yang ada di bumi.



Tipikal suasana santai dalam mesjid Nabawi, jamaah tidur-tiduran istirahat diatas karpet empuk nan bersih. Sebagian yang lain mengaji, ngobrol atau sholat sunat. Gambar saya ambil selesai sholat zuhur dan tampak atap mesjid terbuka yang memungkinkan cahaya mentari menorobos masuk. Atap terbuka tersebut adalah kubah raksasa yang dapat tertutup dan terbuka secara elektronis. Ada beberapa kubah semacam ini di berbagai sudut mesjid.


Suasana unik di mesjid saat sore hari, saat ratusan anak-anak kecil lokal belajar mengaji dalam beberapa kelompok yang tersebar di berbagai sudut mesjid. Saya beruntung beberapa kali bergabung dalam suasana ini. Mereka berjejer belajar mengaji dan menunggu giliran dipanggil gurunya. Sungguh suasana yang membuat hati nyaman, mengingatkan suasana di surau kecil belakang rumah saya di kota Jambi dulu saat saya juga mengaji seperti mereka.


Cerianya anak-anak Arab yang belajar mengaji. Ketika kami tes anak yang berada terdepan di foto, ternyata anak ini sungguh luar biasa hafalannya. Dia yang masih kelas 2 atau 3 SD ini ternyata hafal diluar kepala juz Amma, dengan bacaan yang bersih dan sempurna...


Sebuah sudut di mesjid yang memiliki atap terbuka, namun diberi payung elektronik raksasa. Payung terbuka saat panas terik matahari.


Perlahan payung menutup saat selesai sholat zuhur.


Payung menutup sempurna, tinggallah tonggak-tonggak ini dengan latar belakang langit biru bersih tanpa awan.


Menara mesjid yang berada di dekat makam Rasulullah, saya ambil di malam hari dengan cahaya lampu yang indah dan terang benderang.

1 komentar:

  1. 2:256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


    Dan sesiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima daripadanya, dan dia pada Hari Akhirat kelak dari orang-orang yang rugi.[Ali ‘Imran 3:85]


    Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dia lah jua yang lebih mengetahui akan orang yang sesat dari jalanNya, dan Dia lah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang mendapat hidayah petunjuk. [al-Nahl 16:125]

    (17) Demi sesungguhnya, kafirlah orang-orang yang berkata: Bahawasanya Allah ialah Al-Masih Ibni Mariam) katakanlah (wahai Muhammad): (Dakwaan itu tidak benar) kerana siapakah yang dapat menahan (seksa) dari Allah sedikit jua pun kalau Ia mahu membinasakan Al-Masih Ibni Mariam berserta ibunya dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya? Dan (ingatlah) bagi Allah jualah kuasa pemerintahan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa jua yang dikehendakiNya dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.


    Pak Rudy.....

    Tapi saya sekadar menyampaikan pesanan dari Nabi saya.....

    Nabi s.a.w bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya! Tidaklah mendengar tentangku seorang pun dari kalangan umat ini, baik dari kalangan Yahudi maupun Nasrani, kemudian ia (memilih) tidak beriman kepadaku melainkan ia termasuk ahli Neraka.”

    Hanya Allah maha mengetahui maha memberi pertunjuk.

    BalasHapus